Kereta Cepat Jakarta Bandung Dorong Pertumbuhan Bisnis Properti, Ini Buktinya !

Kereta Cepat Jakarta Bandung atau KCJB sedang bersiap berangkat dari stasiun Tegalluar, Bandung

Propertynbank.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan Kereta Cepat Jakarta Bandung atau KCJB di Stasiun KCJB Halim, Jakarta pada Senin (2/3/2023) lalu. Keberadaan kereta cepat pertama di Indonesia bahkan Asia Tenggara itu tentu menjadi angin segar untuk masyarakat di Indonesia, karena memiliki transportasi modern berkecepatan tinggi.

Kehadiran kereta cepat yang diberi nama Whoosh itu memudahkan masyarakat, khusunya warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang hendak ke Bandung. Perjalanan ke ibukota Jawa Barat itu menggunakan KCJB hanya menempuh waktu selama 45 menit. Perjalanan yang sangat nyaman tanpa harus bermacet berjam-jam.

Disamping memudahkan masyarakat sebagai pengguna, KCJB juga memberikan dampak positif kepada sektor properti. Hadirnya KCJB diyakini dapat mendorong transformasi properti kawasan sekitarnya sehingga bisa menjadi daya tarik untuk pertumbuhan hunian dan fasilitas komersial.

Baca Juga : Harga Tiket Kereta Cepat Jakarta Bandung Diperkirakan Mulai Rp 300 Ribu

Country Manager 99 Group Indonesia Maria Herawaty Manik mengatakan, peresmian moda transportasi massal merupakan langkah signifikan pemerintah yang berdampak pada masyarakat serta mentransformasi properti kawasan seperti peresmian KCJB.

“Area yang semakin terkoneksi dengan beragam jenis transportasi publik terintegrasi mampu meningkatkan prospek ekonomi, mobilitas masyarakat, dan menumbuhkan antusiasme orang-orang untuk tinggal di kawasan sehingga berpotensi untuk pengembangan hunian dan komersial jangka panjang,” ujar Maria, seperti dikutip dari Kompas.com.

Sebagaimana diketahui, KCJB yang dioperasikan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tersebut melintasi empat stasiun yang mengusung konsep transit oriented development (TOD), yakni Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar.

Menurut data 99 Group, pada semester I-2023 permintaan hunian di kecamatan sekitar empat stasiun KCJB mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan dengan semester II-2022. “Permintaan hunian pada kecamatan di kawasan Stasiun Halim tumbuh 26,2 persen, Padalarang tumbuh 26,3 persen, dan Tegalluar 34,4 persen,” katanya.

Kawasan TOD dan Dekat Kereta Cepat di Minati

Konsep hunian yang mengusung TOD berkaitan dengan pengembangan kawasan di sekitar stasiun atau pusat transportasi umum untuk memfasilitasi aksesibilitas dan mobilitas yang lebih baik. Berikut beberapa alasan mengapa kawasan TOD banyak di Minati :

1.Aksesibilitas Transportasi. Lokasi dekat dengan stasiun atau pusat transportasi umum membuatnya mudah diakses oleh banyak orang. Hal ini mendukung mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

2.Diversifikasi Penggunaan Lahan. TOD sering dirancang untuk menggabungkan penggunaan lahan yang beragam, seperti perumahan, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan fasilitas umum. Hal ini menciptakan lingkungan yang beragam dan berfungsi sepanjang hari.

3.Pengurangan Ketergantungan pada kendaraan pribadi. Dengan menempatkan pusat aktivitas di sekitar pusat transportasi umum, orang cenderung lebih bergantung pada transportasi publik dan kurang bergantung pada mobil pribadi, mengurangi kemacetan lalu lintas dan emisi gas rumah kaca.

Baca Juga : Kereta Cepat Jakarta Bandung Mulai Beroperasi 1 Oktober 2023, Apa Saja Fasilitasnya?

4.Pengembangan Berkelanjutan. Pengembangan berbasis transit dapat mendukung pola penggunaan lahan yang lebih berkelanjutan dan efisien energi, dengan merancang kawasan yang meminimalkan penggunaan mobil dan meningkatkan pejalan kaki serta penggunaan sepeda.

5.Meningkatkan Kualitas Hidup. Dengan menyediakan akses yang mudah ke transportasi umum, fasilitas umum, dan area komersial, kawasan TOD dapat meningkatkan kualitas hidup penduduk setempat, memudahkan kegiatan sehari-hari tanpa ketergantungan pada mobil pribadi.

6.Peningkatan Nilai Properti. Karena tingginya permintaan untuk properti di kawasan TOD, nilai properti di daerah tersebut cenderung meningkat. Ini dapat menguntungkan pemilik properti dan mendorong pengembangan yang lebih berkualitas.

7.Kebijakan Pemerintah. Banyak pemerintah daerah yang menerapkan kebijakan dan insentif untuk mendorong pengembangan berbasis transit sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi masalah transportasi, kemacetan, dan pertumbuhan perkotaan yang berkelanjutan. (Nabila Chika)

The post Kereta Cepat Jakarta Bandung Dorong Pertumbuhan Bisnis Properti, Ini Buktinya ! appeared first on Property & Bank.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Generated by Feedzy