Tony Blair Institute dan OIKN Akan Bentuk Zona Riset dan Inovasi Khusus Di IKN

kiri – kanan : Executive Chairman TBI Tony Blair, Country Director TBI Indonesia Shuhaela Haqim, Sekretaris OIKN Achmad Jaka Santos Adiwajaya dan Founder Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono

Propertynbank.com – Guna mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Tony Blair Institute (TBI) dan Otorita IKN (OIKN) sepakat melakukan kerjasama, melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Kerja sama ini dilakukan untuk mengembangkan zona riset dan inovasi di Nusantara.

Penandatanganan kerjasama ini dilakukan oleh Sekretaris OIKN Achmad Jaka Santos Adiwajaya dengan Country Director TBI Indonesia Shuhaela Haqim, Rabu (18/10/2023), yang disaksikan oleh Founder dan Executive Chairman TBI Tony Blair dan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono.

Dalam sambutannya, Bambang Susantono mengatakan sangat senang dapat menjalin kerjasama dengan pihak TBI guna mewujudkan visi Nusantara untuk menjadi kota yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga : Siapkan Investasi Rp 500 Miliar, Mayapada Group Bangun Rumah Sakit Pertama di IKN

“Kami sangat senang dapat menjalin kerjasama ini dan mendukung kami dalam mewujudkan visi Nusantara untuk menjadi kota yang inklusif dan berkelanjutan, peduli akan kesejahteraan dan kemajuan warganya, serta memberikan mereka akses terhadap penelitian dan inovasi serta layanan pendidikan kelas dunia. Selain itu, kolaborasi ini juga akan membantu kami mengidentifikasi lebih banyak peluang investasi yang dapat mempercepat pembangunan Nusantara,” ungkapnya.

Lebih lanjut Bambang mengungkapkan, pembentukan Zona Riset dan Inovasi khusus di IKN berfungsi sebagai katalis perubahan transformatif, membina kolaborasi antara pemerintah, industri dan juga akademisi untuk mengatasi tantangan masa depan.

“Penandatangan MoU ini menandakan kerja sama kita yang akan membuka jalan bagi pengembangan Zona Riset dan Inovasi di Nusantara (IKN). Ibu kota baru atau IKN akan menjadi salah satu pilar utama transformasi Indonesia menuju negara berpendapatan tinggi pada tahun 2045, dimana kita merayakan 100 tahun kemerdekaan,” katanya.

Dikatakan Bambang, pengembangan Zona Riset dan Inovasi juga sejalan dengan tujuan IKN untuk menjadi ‘laboratorium hidup’ yang memberikan peluang bagi mitra untuk menerapkan konsep dan pengetahuan baru mereka dalam menciptakan kota yang layak huni.

Baca Juga : DPR RI Sahkan RUU Perubahan IKN Menjadi Undang-undang

“Saya membayangkan kawasan ini sebagai rumah bagi inkubator inovasi di Nusantara, tempat para startup dapat berkembang dalam lingkungan yang memungkinkan mereka bereksperimen dengan ide-ide bisnis baru, menemukan mentor yang tepat, dan membangun jaringan,” katanya.

Dirinya juga percaya bahwa zona ini tidak hanya akan menghasilkan teknologi mutakhir, namun juga teknologi ramah lingkungan yang akan membantu menggunakan sumber daya secara lebih efisien, melestarikan keanekaragaman hayati, hidup selaras dengan alam dan budaya kita, dan juga berkontribusi terhadap tantangan perubahan iklim global.

Tony Blair Ingin IKN Jadi Pusat Penelitian

Sementara itu, Founder dan Executive Chairman TBI, Tony Blair mengatakan salah satu hal yang bisa membuat IKN menjadi kota modern yang unik adalah melalui teknologi. “Dan salah satu hal yang ingin kami lakukan sebagai sebuah lembaga adalah membantu mewujudkan di Nusantara, sebuah pusat penelitian, inovasi, dan teknologi, dengan bantuan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertamina, yang saya sambut dan ucapkan terima kasih hari ini atas kontribusinya,” kata Tony.

Tony juga mengatakan bahwa Ibu Kota Nusantara akan menjadi simbol perubahan dunia. Nusantara, katanya, tidak hanya akan menjadi ibu kota dari sebuah negara, tetapi akan berdiri sebagai simbol dari bagaimana dunia itu berubah.

Menurut Tony, ada dua hal yang menjadi bagian terpenting dari Nusantara. Pertama, lokasi Nusantara di Kalimantan Timur, sebuah lokasi yang kaya akan keanekaragaman hayati sehingga nantinya akan menawarkan kehidupan yang lebih Sejahtera dan harmonis dengan lingkungan sekitar.

Baca Juga : Pembangunan 47 Rusun ASN dan Hankam di IKN Segera Dimulai

Kedua, Tony Blair mengatakan bahwa teknologi yang akan membuat Nusantara sebagai kota modern yang unik.  “Ini akan menjadi ciri kehidupan modern, bagaimana aktivitas dapat dilakukan secara berkelanjutan sambil melindungi lingkungan” tambah Tony.

Tony juga mengungkapkan kekagumannya sejak proyek IKN berlangsung sejak awal. Dirinya merasa bahwa IKN tidak ha ya memberi dampak bagi Indonesia, tetapi dunia. Dengan kehadiran pusat riset, inovasi dan teknologi kelas dunia di IKN, Tony Blair mengatakan bahwa Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjadi negara maju, seperti visi yang berulang kali di tegaskan oleh Presiden Jokowi. “Nusantara adalah proyek yang ambisius, tetapi saya meyakini proyek ini akan terwujud,” tutup Tony Blair.

Kerjasama dan kolaborasi keduanya mencakup empat aspek utama serta peluang kerja sama strategis lainnya yang meliputi:

1.Peningkatan sektor pendidikan melalui kolaborasi antar institusi perguruan tinggi.
2.Pengembangan sektor kesehatan terkait uji klinis, riset dan pengembangan.
3.Pengembangan potensi investasi dengan menyusun rencana bisnis strategis, fasilitasi investasi asing, dan strategi komunikasi.
4.Pembangunan kota melalui studi banding ke kota-kota masa depan di dunia. (Nabilla Chika Putri)

The post Tony Blair Institute dan OIKN Akan Bentuk Zona Riset dan Inovasi Khusus Di IKN appeared first on Property & Bank.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Generated by Feedzy