LRT Beroperasi, Harga Kondominium Diprediksi Naik 8 %

Harga kondominium di area Stasiun Moda transportasi massal diprediksi Naik hingga 8 %

Propertynbank : Jakarta sebagai kota Metropolitan, terus berbenah sebagai upaya mewujudkan kota bertaraf internasional. Geliat pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah, kian melengkapi berbagai fasilitas demi terciptanya kenyamanan masyarakat.

Disisi lain, kepadatan penduduk telah mendorong pemerintah melakukan pengembangan kawasan hunian yang terintregrasi dengan transportasi (Transit oriented development (TOD).

Beroperasinya moda transportasi massal seperti Commuterline, TransJakarta, MRT, serta LRT, menjadi solusi dalam mengatasi kemacetan yang kerap terjadi.

Baca Juga : LRT Jabodebek Segera Beroperasi, Proyek LRT City Makin Diminati

Kehadiran konsep TOD ini, dijawab pengembang properti sebagai peluang yang menguntungkan. Dengan ceruk pasar yang besar, para pengembang berlomba-lomba menghadirkan hunian di sekitar area transportasi tersebut.

Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat mengungkapkan, seiring banyaknya pembangunan kawasan hunian tersebut, pihaknya mencatat adanya kenaikan harga pada kondominium berkonsep TOD. Setidaknya sepanjang semester I/2023 tercatat 5 kondominium baru yang berada di sekitar kawasan TOD.

“Lima kondominium baru di sekitar kawasan TOD memiliki harga rerata yang relatif lebih tinggi dari kondominium baru pada umumnya sekitar 7 hingga 8 persen,” jelasnya dalam acara virtual Press Conference Jakarta Property Highlight H1 2023, Kamis (24/08/2023).

Bahkan, Syarifah memprediksikan setelah beroperasinya Lintas Raya Terpadu (LRT) sejumlah kondominium baru yang berada di kawasan TOD tersebut mengalami peningkatan penjualan.

Knight Frank mencatat bahwa kawasan hunian khususnya kondominium yang berada di kawasan TOD memiliki sales rate mencapai 90 persen.

Sementara itu, Senior Associate Director Colliers Indonesia, Ferry Salanto ikut mengungkapkan bahwa kawasan hunian dengan konsep TOD bakal kian diminati. Terutama di tengah berbagai persoalan yang tengah dihadapi masayarakat seperti kenaikan tarif tol, harga BBM, pajak kendaraan bermotor, pembatasan pelat ganjil/genap pembatasan, biaya parkir tinggi, dan rencana penerapan ERP di beberapa jalan utama.

“Di tengah berbagai persoalan tersebut, konsep hunian TOD dianggap mampu menjadi solusi. Selain mengurangi angka kemacetan, juga mendorong sejumlah kalangan untuk mencari hunian yang terintegrasi dengan akses transportasi umum,”ujarnya.

Investasi Kondominium

Disisi lain Pemerintah juga telah memberikan kemudahan bagi Warga Negera Asing (WNA) untuk kepemilikan properti, melalui Undang-Undang No. 6 Tahun 2023. Kehadiran undang-undang ini ditujukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, melalui investasi properti oleh warga negara asing.

Syarifah Syaukat, Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia mengungkapkan beberapa alasan WNA  mau untuk membeli properti di Indonesia. Diantaranya WNA melihat properti sebagai investasi jangka panjang yang berpotensi memberikan keuntungan. Peraturan tentang WNA yang ingin memiliki properti di Indonesia juga sudah ada dan hal tersebut diperbolehkan.

Baca Juga : Perkuat Bisnis Hospitality, ADCP Hadirkan Stay G di LRT City Jatibening

“Pembaruan peraturan terkait kepemilikan properti bagi WNA, dalam hal ini membuka peluang untuk sektor properti. Jadi seperti yang kita tahu kalau pembaruan kebijakan ini memberikan kelonggaran subject dalam arti bahwa jika pada kebijakan lalu diharuskan untuk WNA memiliki KITAS atau KITAP untuk melakukan transaksi properti saat ini cukup dengan visa atau paspor dengan izin tinggal sementara,” ungkapnya.

Hal tersebut tentu membuat WNA lebih mudah dalam melakukan pembelian properti sesuai dengan yang di inginkan. Ia juga menambahkan, Menurutnya dengan adanya kelonggaran tersebut, terdapat hal yang tetap harus menjadi perhatian khusus seperti maksimum dan minimum luasan pembelian properti.

“Beberapa Batasan juga perlu kita perhatikan yaitu terkait maksimum luasan atau minimum harga pada beberapa wilayah tertentu, ini menjadikan area atau koridor yang membedakan antara bagaimana segmen pasar domestik yang menjadi dominasi pembeli saat ini, dan bagaimana catchment area yang disediakan untuk WNA,” pungkasnya.

Penulis : Nabilla Chika Putri

 

The post LRT Beroperasi, Harga Kondominium Diprediksi Naik 8 % appeared first on Property & Bank.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Generated by Feedzy